Polres Landak Dorong Ketahanan Pangan Lewat Demplot Jagung 4 Hektare

Kabar NGABANG – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Landak menggelar analisis dan evaluasi (anev) kegiatan pertanian jagung di lahan demplot milik Polres. Kegiatan tersebut berlangsung di atas lahan tumpang sari sawit milik PTPN IV Regional V di Dusun Tenggalong, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, pada Sabtu (14/6/2025).
Kapolres Landak AKBP Siswo Dwi Nugroho, dengan didampingi Wakapolres Kompol Syaiful Bahri. Beliau memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Kapolsek di wilayah hukum Polres Landak. Para kapolsek diajak melihat langsung perkembangan tanaman jagung yang telah ditanam menggunakan metode pertanian modern dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
“Kami ingin seluruh kapolsek melakukan studi banding dan menerapkan praktik tanam jagung yang baik dan benar di wilayahnya masing-masing. Ini sesuai instruksi dan memanfaatkan teknologi pertanian,” ujar AKBP Siswo.
Demplot jagung milik Polres Landak saat ini sudah mencapai usia tanam 40 hari. Dengan pertumbuhan optimal mencapai tinggi 1–1,2 meter. Keberhasilan ini menjadi dasar bagi Polres untuk menargetkan empat hektare lahan demplot di setiap polsek.
Baca Juga : Sintang Pererat Kolaborasi Lintas Sektoral Tangani Stunting dan PTM
Kapolres Landak Tinjau Lahan Jagung, Targetkan Hasil Panen Hingga 7 Ton per Hektare
Menurut AKBP Siswo, penerapan SOP yang terbukti sukses di Bengkayang dengan hasil panen mencapai 9,4 ton per hektare akan diadopsi secara penuh. “Minimal hasil kita bisa 6 sampai 7 ton per hektare, itu sudah sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan lokal,” tegasnya.
Dari total 40 hektare lahan pertanian yang tersedia di wilayah PTPN IV. 20 hektare dikelola Polres Landak dan sisanya oleh Pemkab Landak. Saat ini, 10 hektare lahan milik Polres dan 5 hektare milik Pemkab sudah ditanami jagung.
Untuk mengatasi ancaman kekeringan dan hama. Polres Landak telah melakukan berbagai langkah antisipasi seperti penyemprotan hama, pembersihan gulma, dan penyiapan embung sebagai cadangan air.
Selain itu, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) yang dibentuk Polres Landak bekerja sama dengan Kelompok Tani (Poktan) Rajawali untuk merawat tanaman dan membagikan pengetahuan kepada masyarakat.
Kapolres berharap demplot ini dapat menjadi contoh bagi warga agar ikut mengembangkan pertanian jagung produktif. Ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Landak.
















