
Operasi Pasar Murah di Landak Tekan Harga Bawang Merah dan Kendalikan Inflasi
Kabar NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar operasi pasar murah di Terminal Bus Ngabang sebagai langkah konkret menekan lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya bawang merah, yang belakangan ini melonjak signifikan.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka secara langsung kegiatan ini dan menyampaikan bahwa operasi pasar merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri. Ia menyebut harga bawang merah di pasaran sempat menembus Rp 60 ribu per kilogram, naik tajam dari harga normal sekitar Rp 45 ribu.
“Komoditas bawang merah sempat langka dan harga terus naik. Karena itu kami datangkan 500 kilogram bawang merah untuk dijual dalam kemasan 0,5 kg dan 1 kg dengan harga subsidi Rp 50 ribu per kilogram,” jelas Karolin.
Selain bawang merah, Pemprov Kalbar juga menyalurkan sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur ayam, telur puyuh, dan tepung terigu. Harga jual di bawah harga pasar mendapat respons antusias dari masyarakat.
Baca Juga : Gema Emas 2045, Inisiatif Gizi Pemuda Kalbar Menuju Level Nasional
Contoh harga bahan pokok di pasar murah:
-
Telur ayam: Rp 17.500 (isi 10 butir)
-
Beras 5 kg: Rp 77.000
-
Minyak goreng 1 liter: Rp 17.000
-
Tepung terigu 1 kg: Rp 11.500
-
Telur burung puyuh: Rp 10.000 per kemasan
Bupati Karolin juga menyoroti perlunya dukungan Pemerintah Pusat dalam menjaga kelancaran suplai bahan pangan. Terutama untuk komoditas seperti bawang merah yang masih bergantung dari luar Kalimantan Barat, seperti Pulau Jawa.
“Kami akan evaluasi dampak pasar murah ini, dan jika harga belum stabil, kami siap menggelar operasi pasar lanjutan minggu depan,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan. Meningkatkan daya beli masyarakat, serta mencukupi kebutuhan protein masyarakat Landak menjelang musim kering dan libur panjang.
















