Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Harga CPO KPBN Naik Tipis, Sentimen Positif Datang dari Bursa Malaysia

cek disini

Harga CPO Naik Tipis di KPBN, Bursa Malaysia Terus Menguat

Kabar NGABANG- Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar domestik kembali menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Kamis (2/10/2025), PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN Inacom) menetapkan harga CPO sebesar Rp 14.750 per kilogram, naik tipis Rp 175 atau sekitar 1,20% dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.575/kg.

Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku industri sawit, meski fluktuasi harga masih terus dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan permintaan ekspor.

Detail Harga di Sejumlah Lokasi

Dari hasil tender yang dilakukan KPBN, harga CPO bervariasi di beberapa lokasi utama:

  • Franco Dumai: Rp 14.750/kg

  • FOB Talang Duku: Rp 14.550/kg

  • Franco Teluk Bayur: Rp 14.620/kg

Selain itu, di sejumlah titik lain harga cenderung stabil namun ada juga yang menunjukkan variasi penawaran:

  • Parindu: Rp 14.400 (WD), penawaran tertinggi Rp 14.350/kg

  • Kembayan: Rp 14.300 (WD), penawaran tertinggi Rp 14.250/kg

  • Ngabang: Rp 14.400 (WD), penawaran tertinggi Rp 14.350/kg

  • Pelaihari: Rp 14.196 (WD), penawaran tertinggi Rp 13.606/kg

Sementara di Long Pinang, tercatat tidak ada penawaran masuk.

Tak hanya CPO, harga Crude Palm Kernel Oil (CPKO) juga mencatat pergerakan:

  • Palembang: Rp 29.783 (WD), penawaran tertinggi Rp 29.125/kg

  • Lampung: Rp 29.953 (WD), penawaran tertinggi Rp 29.100/kg

Harga CPO KPBN Naik Tipis, Sentimen Positif Datang dari Bursa Malaysia
Harga CPO KPBN Naik Tipis, Sentimen Positif Datang dari Bursa Malaysia

Baca Juga : Juventus Gagal Menang, Gol Telat Renato Veiga Bawa Villarreal Imbang 2-2

Sentimen Positif dari Pasar Global

Penguatan harga CPO dalam negeri sejalan dengan pergerakan di pasar internasional. Mengutip laporan Reuters, Bursa Derivatif Malaysia mencatat reli harga CPO berjangka selama dua hari berturut-turut.

Kontrak acuan Desember 2025 ditutup menguat RM 62 per ton atau sekitar 1,41%, berada di level RM 4.450 per ton (setara dengan US$1.058,26).

Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama:

  1. Harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade naik 0,3%, memberikan dukungan positif bagi pasar minyak nabati lain, termasuk sawit.

  2. Permintaan ekspor Malaysia tetap solid. Data survei kargo menunjukkan ekspor produk sawit negeri jiran tersebut sepanjang September naik antara 7,3% hingga 9,6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi

Meski harga sawit global cenderung menguat, beberapa faktor eksternal masih menjadi perhatian pelaku pasar:

  • Pasar Dalian Tiongkok masih tutup sejak 1 Oktober hingga 8 Oktober dalam rangka libur Hari Nasional, sehingga aktivitas perdagangan dari salah satu importir terbesar minyak sawit dunia sempat terhenti.

  • Harga minyak mentah global yang masih berfluktuasi juga ikut memberi dampak pada pergerakan minyak nabati, termasuk CPO.

Outlook ke Depan

Analis menilai kenaikan harga CPO di awal Oktober ini menjadi sinyal bahwa permintaan ekspor dan konsumsi domestik tetap terjaga. Meski demikian, pergerakan harga diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh:

  • Perubahan harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

  • Kebijakan ekspor dan stok sawit di negara produsen utama, termasuk Indonesia dan Malaysia.

  • Kondisi cuaca yang memengaruhi produksi di perkebunan sawit.

Dengan tren positif yang terjadi saat ini, pelaku usaha sawit diharapkan tetap optimis namun waspada terhadap dinamika global yang bisa berubah cepat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *