Bupati Sujiwo memberikan pernyataan resmi terkait pelaksanaan sejumlah agenda besar di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Beliau menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut sama sekali tidak akan membebani postur APBD daerah. Selain itu, pemerintah daerah sudah merancang skema pembiayaan mandiri melalui kolaborasi dengan berbagai pihak swasta. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir mengenai penggunaan dana pembangunan untuk acara seremonial.
Mengoptimalkan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
Pada awalnya, banyak pihak yang mempertanyakan asal sumber dana untuk penyelenggaraan acara besar tahun ini. Maka, Bupati Sujiwo segera menjelaskan bahwa perusahaan lokal turut memberikan dukungan penuh melalui dana tanggung jawab sosial. Meskipun skala kegiatannya cukup besar, namun pengelolaan anggarannya tetap dilakukan secara sangat transparan serta akuntabel. Sehingga, pemerintah dapat tetap fokus menjalankan program prioritas lain yang lebih mendesak bagi kepentingan masyarakat luas.
Kemudian, beliau juga menekankan pentingnya kreativitas dalam mencari sumber pendanaan di luar pajak daerah. Sebab, ketergantungan yang terlalu tinggi pada APBD dapat menghambat laju pembangunan infrastruktur dasar di desa-desa. Oleh sebab itu, Bupati Sujiwo mendorong setiap dinas untuk lebih aktif menjalin kemitraan strategis dengan sektor industri. Tentu saja, langkah ini bertujuan agar setiap kegiatan daerah dapat memberikan dampak ekonomi tanpa menguras kas negara.
Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat Lokal
Selanjutnya, Bupati Sujiwo meyakini bahwa kegiatan yang mandiri secara finansial akan membantu pertumbuhan UMKM setempat. Sebab, kehadiran banyak tamu dari luar daerah akan meningkatkan omzet
Baca juga:Bupati Karolin Apresiasi Fun Run Ngabang

penjualan para pedagang kecil di sekitar lokasi. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memfasilitasi setiap acara yang mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara nyata. Bahkan, beliau meminta panitia untuk selalu melibatkan tenaga kerja lokal dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan acara.
Saat ini, tim pengawas internal tetap memantau jalannya arus keuangan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang di lapangan. Bahkan, transparansi anggaran menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap setiap kebijakan Bupati Sujiwo selama ini. Sebagai tambahan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha terbukti mampu menciptakan kemandirian daerah yang lebih kuat. Sehingga, Kabupaten Kubu Raya dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal efisiensi penggunaan dana anggaran daerah.
Harapan bagi Kemandirian Anggaran Daerah
Sebagai kesimpulan, pernyataan Bupati Sujiwo ini memberikan kejelasan mengenai komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan finansial daerah. Di sisi lain, publik memberikan apresiasi atas langkah cerdas dalam mencari solusi pembiayaan kreatif tanpa mengganggu anggaran rutin. Akhirnya, kita semua berharap agar kemandirian anggaran ini terus berlanjut pada masa kepemimpinan yang akan datang. Pastinya, efisiensi dan transparansi akan tetap menjadi pilar utama dalam membangun Kabupaten Kubu Raya ke arah yang lebih maju.
















