
Kabar Ngabang — Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk berperan lebih aktif dalam mendukung program pencegahan stunting dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Landak. Ajakan tersebut ia sampaikan dalam peringatan HUT ke-101 WKRI se-Paroki St. Yohanes Pemandi Pahauman, yang berlangsung di Gereja St. Stefanus, Ranting Sidas, Kecamatan Sengah Temila, Minggu (6/7/2025).
Dalam sambutannya, Karolin mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh anggota WKRI yang hadir dari berbagai ranting. Ia menilai, berorganisasi bukan hal mudah, karena membutuhkan komitmen, semangat pengabdian, dan partisipasi aktif.
“WKRI lahir lebih dari seabad lalu untuk mendampingi buruh perempuan yang rentan secara ekonomi dan sosial. Kini semangat itu harus tetap hidup, tapi disesuaikan dengan tantangan zaman,” tegas Karolin.
Dorong Aksi Nyata dan Kegiatan Sosial
Karolin menekankan bahwa organisasi perempuan seperti WKRI seharusnya tidak hanya fokus pada kegiatan internal atau seremoni tahunan, tetapi perlu aktif terlibat dalam aksi nyata di masyarakat. Ia mendorong pelaksanaan program pelatihan keterampilan, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“WKRI harus menjadi agen perubahan. Bukan hanya kumpul setahun sekali, tapi benar-benar hadir untuk masyarakat. Ibu-ibu perlu terus belajar dan berkembang,” pesannya.
Baca Juga : Korsleting Listrik Picu Kebakaran, Satu Rumah di Dusun Kunyit Ludes Terbakar
Peran Strategis Cegah Stunting dan Dukung Kesehatan Ibu-Anak
Karolin juga menyoroti pentingnya keterlibatan WKRI dalam upaya menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah pedesaan. Ia berharap anggota WKRI menjadi pelopor dalam penyuluhan gizi seimbang, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi lingkungan.
“Kader WKRI bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan pola hidup sehat di komunitas. Ini penting demi masa depan generasi Landak yang sehat dan cerdas,” ujar mantan anggota DPR RI tersebut.
Aksi Sosial dan Harapan untuk Masa Depan
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-101 WKRI. Dewi, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial berbagi kasih kepada lansia dan anak-anak kurang mampu, termasuk yatim piatu.
Ia berharap, di usia yang ke-101 tahun. WKRI dapat terus memperkuat kiprah sosialnya dan membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Dengan semangat kebersamaan, kami ingin WKRI hadir sebagai pelayan umat dan masyarakat yang membawa perubahan positif,” tutupnya.
















