Bupati Karolin Dorong Percepatan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis Hingga ke Pelosok Landak
Kabar NGABANG- Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menegaskan komitmennya untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau seluruh siswa, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil. Menurutnya, pemerataan distribusi makanan sehat bagi anak-anak sekolah menjadi kunci penting untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda di Kabupaten Landak.
Namun, Karolin mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada akses jalan menuju pelosok yang belum sepenuhnya memadai. Kondisi medan yang sulit, terutama di musim hujan, sering menghambat pengiriman logistik program MBG ke sekolah-sekolah yang jauh dari pusat kota.
“Kita masih menunggu skema dari pemerintah pusat untuk penanganan daerah terpencil. Tantangan utamanya memang di distribusi,” ujar Karolin saat meninjau pelaksanaan MBG di SD Negeri 2 Ngabang, Senin (11/8).

Baca Juga : Semangat Merah Putih! Paskibraka Landak Jalani Latihan Ketat Jelang 17 Agustus
Program di Perkotaan Sudah Berjalan Baik
Meski menghadapi kendala di wilayah pedalaman, Karolin menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah di kecamatan perkotaan berjalan dengan lancar dan efektif. Para siswa di wilayah tersebut sudah secara rutin mendapatkan makanan bergizi sesuai jadwal yang ditetapkan.
Keberhasilan di wilayah perkotaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program ke desa-desa yang lebih sulit dijangkau.
Bangun Dapur Umum di Kecamatan
Sebagai langkah strategis, Pemkab Landak mulai membangun dapur umum di beberapa kecamatan di luar Ngabang. Dapur umum ini nantinya akan menjadi pusat produksi makanan bergizi yang dapat didistribusikan ke sekolah-sekolah terdekat.
“Dengan adanya dapur umum, proses pengolahan makanan tidak perlu lagi dilakukan di pusat, sehingga waktu distribusi bisa lebih cepat dan kualitas makanan tetap terjaga,” jelas Karolin.
Harapan pada Koordinasi dengan BGN
Karolin berharap Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program di tingkat nasional dapat terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah. Menurutnya, komunikasi yang intens akan membantu menemukan pola distribusi yang tepat untuk wilayah dengan kondisi geografis menantang.
“Kami bersama BGN sedang mencari pola yang paling efektif agar MBG benar-benar menjangkau semua siswa, termasuk di pelosok,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Karolin optimistis bahwa anak-anak di Landak—baik di kota maupun di pelosok—akan mendapatkan hak yang sama untuk mengonsumsi makanan bergizi setiap hari sekolah.
















