NGABANG– Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, memberikan pesan penting kepada seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk segera menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat daya saing generasi muda Nahdliyin dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin kompetitif. Selain itu, penguasaan teknologi merupakan kunci utama bagi organisasi dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan secara lebih luas di dunia digital. Beliau menekankan bahwa kemajuan zaman menuntut setiap individu untuk terus berinovasi tanpa henti.
Pihak pemerintah provinsi menilai bahwa peran kader NU sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial melalui literasi digital yang sehat. Oleh karena itu, Sekda Harisson mulai mendorong adanya program pelatihan teknologi informasi bagi para santri dan aktivis muda di Kalimantan Barat. Hal ini sangat penting guna sinkronisasi kemampuan spiritual dengan keahlian teknis yang relevan di pasar kerja modern. Kehadiran sosok pemimpin birokrasi ini membawa semangat pembaruan bagi kemajuan organisasi NU sendiri.
Membangun SDM Unggul Melalui Pendidikan Modern
Harisson menekankan bahwa tantangan masa depan tidak hanya mengandalkan kekuatan moral semata, tetapi juga kematangan intelektual. Sebab, penetrasi teknologi digital telah masuk ke seluruh sendi kehidupan masyarakat hingga ke pelosok desa. Kondisi ini tentu menuntut adanya kesiapan dari para kader NU untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi yang positif. Terutama, penguatan bidang riset dan sains harus tetap menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan di lingkungan pesantren.
Pihak sekretariat daerah juga berkomitmen untuk terus mendukung setiap inisiatif pengembangan SDM yang berbasis pada penguatan IPTEK. Selanjutnya, tim ahli akan melakukan pendampingan teknis bagi lembaga pendidikan di bawah naungan NU guna mempercepat adopsi sistem digital. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap kader mampu menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia secara global. Berikut adalah poin utama arahan tersebut:
Baca juga:Pengecoran Jembatan Kampung Marsi Hampir Rampung
| Fokus Pengembangan | Deskripsi Kegiatan |
| Literasi Digital | Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial Positif |
| Teknologi | Penguasaan Perangkat Lunak dan Jaringan |
| Pendidikan | Integrasi Kurikulum IPTEK di Pesantren |
| Inovasi | Pengembangan Start-up Berbasis Komunitas |
Harapan untuk Generasi Muda Nahdliyin yang Mandiri
Oleh sebab itu, Harisson mengajak seluruh pengurus NU untuk memberikan ruang kreativitas yang seluas-luasnya bagi para kader muda. Sinergi yang kuat antara nilai-nilai agama dan kecanggihan teknologi menjadi modal utama dalam membangun daerah. Maka dari itu, setiap kader harus memiliki mentalitas pembelajar guna menjawab setiap keraguan di era disrupsi informasi saat ini. Masyarakat juga memberikan apresiasi tinggi terhadap visi pemerintah provinsi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia lokal.
Sebagai penutup, peringatan dari Sekda Harisson ini merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap masa depan organisasi pemuda di Kalimantan Barat. Setelah itu, tim terkait akan menyusun jadwal workshop teknologi khusus bagi para fungsionaris organisasi secara bertahap. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat kader NU menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam upaya memperkuat ketahanan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang mumpuni.
















