NGABANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) kembali meluncurkan program mudik gratis dengan menyiapkan sebanyak 33 armada bus bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus menekan angka penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh saat arus mudik lebaran. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan mulai membuka pendaftaran bagi calon pemudik yang ingin memanfaatkan fasilitas ini guna pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Pihak pemerintah memprediksi antusiasme masyarakat akan sangat tinggi pada penyelenggaraan tahun ini. Hasilnya, petugas telah mengatur rute perjalanan yang mencakup berbagai kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
Prioritas Keselamatan dan Pelayanan
Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar menekankan bahwa seluruh armada bus harus melewati pemeriksaan kelaikan jalan secara ketat sebelum hari keberangkatan. Selain itu, pemerintah menyediakan fasilitas pendukung seperti konsumsi ringan dan pengawalan petugas keamanan selama di perjalanan. Dengan demikian, para pemudik dapat menikmati perjalanan yang lancar tanpa harus mengkhawatirkan risiko gangguan teknis pada kendaraan.
Baca Juga:Penyuluh Hukum Kalbar Ikuti Pelatihan 2026

Dinas Perhubungan menjalin kerja sama dengan jajaran kepolisian untuk memastikan arus lalu lintas pada jalur mudik tetap kondusif. Oleh sebab itu, penempatan personel tambahan pada titik-titik rawan kemacetan menjadi prioritas utama tim lapangan di berbagai daerah. Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan transportasi publik yang merakyat dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap warga dapat berkumpul bersama keluarga di hari raya tanpa terkendala biaya transportasi. Sebab, keselamatan dan kebahagiaan masyarakat merupakan indikator utama keberhasilan program mudik gratis ini,” ujar perwakilan Pemprov Kalbar.
Harapan bagi Kelancaran Arus Mudik
Pada akhirnya, penyediaan bus mudik gratis ini akan menurunkan tingkat kepadatan lalu lintas dan risiko kecelakaan di jalan raya secara signifikan. Hasilnya, tradisi mudik tahun 2026 diharapkan berjalan sukses dengan angka kecelakaan yang minimal atau zero accident. Pada akhirnya, sinergi antara kesiapan armada dan kepatuhan penumpang akan menciptakan budaya mudik yang lebih tertib dan bermartabat.
Pemerintah mengimbau para calon pemudik untuk segera melakukan registrasi melalui kanal resmi guna mendapatkan kuota kursi. Sebab, ketersediaan tempat duduk sangat terbatas dan petugas akan memberlakukan sistem pendaftaran berdasarkan urutan waktu yang masuk.
















