LANDAK – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan pasangan Karolin Margret Natasa dan Erani, Pemerintah Kabupaten Landak sukses menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pengendalian inflasi yang efektif. Keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi intensif antara pemerintah daerah dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta para pelaku pasar. Oleh karena itu, capaian ini memberikan rasa aman bagi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu.
Pasangan pemimpin ini fokus pada penguatan sektor pertanian lokal sebagai fondasi utama dalam menjaga ketersediaan stok pangan. Hasilnya, harga beras dan komoditas sayuran di pasar-pasar tradisional cenderung stabil selama dua belas bulan terakhir.
Strategi Jitu Melalui Operasi Pasar Murah
Pemerintah Kabupaten Landak secara rutin menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan untuk menekan lonjakan harga. Selain itu, Karolin–Erani juga memberikan subsidi transportasi bagi pengiriman bahan pangan dari luar daerah guna memangkas biaya logistik. Dengan demikian, harga barang di tingkat konsumen tetap terjangkau meski terjadi kenaikan harga bahan bakar di tingkat nasional.
Pihak dinas terkait juga aktif melakukan pemantauan harga harian secara digital untuk mendeteksi adanya anomali pasar sejak dini. Oleh sebab itu, pemerintah dapat segera mengambil tindakan intervensi sebelum terjadi kepanikan di tengah masyarakat. Langkah ini bertujuan agar laju inflasi daerah tetap berada di bawah rata-rata nasional sesuai dengan target yang telah mereka tetapkan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga perut rakyat agar tetap kenyang dengan harga yang masuk akal. Sebab, stabilitas ekonomi dimulai dari stabilitas harga di dapur warga,” ujar perwakilan Humas Pemkab Landak.
Baca Juga:Pasar Juadah Ngabang Diserbu, Polisi Amankan Lalin

Mendorong Kemandirian Pangan Keluarga
Selain intervensi pasar, kepemimpinan Karolin–Erani juga menggalakkan program pemanfaatan lahan pekarangan bagi ibu rumah tangga. Bahkan, mereka membagikan ribuan bibit cabai dan sayuran secara gratis agar warga dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Oleh karena itu, ketergantungan masyarakat terhadap pasar untuk komoditas tertentu mulai berkurang secara perlahan namun pasti.
Sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan tani dan program ketahanan pangan ini mempercepat distribusi hasil bumi dari desa ke kota. Dengan begitu, para petani mendapatkan harga jual yang lebih layak sementara konsumen menikmati produk yang lebih segar. Keberhasilan mengendalikan inflasi ini menjadi bukti nyata bahwa visi-misi pasangan ini berjalan sesuai jalur yang benar pada tahun pertama mereka.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi di Tahun Kedua
Pada akhirnya, terkendalinya inflasi menjadi modal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Landak untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Hasilnya, iklim investasi di daerah tersebut kini terlihat semakin menarik bagi para pelaku usaha kecil maupun menengah. Pada akhirnya, kesejahteraan warga Landak akan terus meningkat seiring dengan terjaganya stabilitas harga dan ketersediaan lapangan kerja.
Pemerintah berjanji akan terus memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil lainnya guna menjamin kelancaran pasokan barang di masa depan. Sebab, konsistensi dalam menjaga inflasi adalah kunci utama untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
















