Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Qatar Merasa Dikhianati Trump Setelah Serangan Israel

cek disini

Qatar Merasa Dikhianati Trump Setelah Serangan Israel: Hadiah Jet Mewah Tak Menjamin Perlindungan

Kabar NGABANG- Hubungan erat Qatar dan Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan dunia setelah serangan udara Israel menghantam ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9/2025). Ironisnya, peristiwa ini terjadi hanya empat bulan setelah keluarga Kerajaan Qatar menghadiahkan Presiden AS Donald Trump sebuah pesawat jet mewah Boeing 747-8 senilai sekitar USD400 juta atau lebih dari Rp6,5 triliun. Hadiah spektakuler tersebut awalnya dianggap sebagai simbol persahabatan dan penguatan kemitraan strategis dengan Washington. Namun, peristiwa terbaru justru memunculkan tuduhan pengkhianatan.

Serangan udara Israel tersebut diklaim menargetkan tokoh-tokoh penting Hamas yang sedang berada di Doha. Israel menyebut telah mendapat restu langsung dari Presiden Trump untuk melancarkan operasi ini. Trump sendiri mengaku baru mengetahui serangan itu tak lama sebelum terjadi, namun komentarnya yang terkesan dingin membuat publik Qatar kian geram. “Sayangnya sudah terlambat untuk menghentikan serangan itu,” ujarnya singkat.

Qatar Merasa Dikhianati Trump Setelah Serangan Israel
Qatar Merasa Dikhianati Trump Setelah Serangan Israel

Baca Juga : Israel Gempur Qatar, PM Al Thani Geram: Negara-negara Teluk Akan Bergerak Bersama!

Namun, laporan media menyebutkan sebaliknya.

Seorang pejabat Gedung Putih kepada The Times of Israel mengatakan bahwa AS sebenarnya sudah menerima pemberitahuan dari Israel jauh sebelumnya. Akan tetapi, informasi itu baru disampaikan kepada Qatar sekitar 10 menit setelah serangan berlangsung. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, bahkan menulis di platform X (Twitter) bahwa “panggilan telepon dari pejabat Amerika datang tepat ketika ledakan pertama mengguncang Doha.”

Situasi ini membuat pemerintah Qatar merasa dipermainkan. Banyak pengamat menilai Washington, khususnya Presiden Trump, gagal memenuhi tanggung jawabnya sebagai sekutu yang seharusnya melindungi mitra strategisnya. Bahkan Hamas menyebut serangan Israel ini sebagai bukti “permainan ganda” Trump yang selama ini berambisi menjadi pembawa perdamaian dunia dan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Serangan udara tersebut terjadi bertepatan dengan pertemuan para pemimpin Hamas di Doha untuk membahas proposal gencatan senjata terbaru yang difasilitasi AS. Trump sebelumnya sempat mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas agar segera menyepakati kesepakatan. Namun, serangan mendadak Israel ini menghancurkan kepercayaan yang tersisa. “Bahwa ‘peringatan terakhir’ itu berakhir secepat ini sungguh di luar nalar. Kami menganggap pemerintah AS ikut bertanggung jawab atas kejahatan ini,” ujar Hamas dalam pernyataannya.

Reaksi keras pun datang dari Qatar.

Pemerintah menyebut serangan Israel di wilayahnya sebagai tindakan sembrono dan pengecut. Menteri Luar Negeri Qatar bahkan mengklasifikasikan tindakan itu sebagai “terorisme negara” dan menegaskan bahwa kedaulatan Qatar tidak bisa diabaikan begitu saja. Insiden ini dinilai menjadi pukulan telak bagi kredibilitas internasional Trump sekaligus membuyarkan citra yang selama ini ia bangun sebagai “pencipta perdamaian” di Timur Tengah.

Bagi Qatar, tragedi ini bukan hanya soal serangan militer, melainkan juga simbol retaknya hubungan dengan Washington. Hadiah jet mewah yang diberikan sebagai tanda persahabatan kini terasa sia-sia. Sementara itu, dunia internasional menunggu langkah selanjutnya dari Qatar—apakah akan mengambil jalur diplomasi keras terhadap AS dan Israel atau justru merumuskan strategi baru untuk melindungi kedaulatannya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *