Dekat dengan Generasi Muda, Brigpol Niam Jadi Polisi Panutan Lewat Kelas Ngaji
Kabar NGABANG- Di tengah kesibukan tugas menjaga keamanan, ada sosok polisi yang memilih mendekatkan diri dengan masyarakat lewat cara yang sederhana namun penuh makna. Dialah Brigpol Niam, anggota Polres Landak, Kalimantan Barat, yang kini dikenal luas bukan hanya karena seragamnya, tetapi juga karena keteladanan dan kepeduliannya kepada generasi muda.
Setiap sore di Asrama Mapolsek Ngabang, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar merdu dari sekelompok anak-anak. Mereka duduk rapi, dengan wajah penuh semangat. Di hadapan mereka, Brigpol Niam sabar membimbing huruf demi huruf, mengajarkan tajwid, hingga membiasakan anak-anak untuk mencintai kitab suci sejak usia dini.
Polisi Humanis yang Jadi Sahabat Anak-Anak
Meski menjabat sebagai Staf Bagian Perencanaan (Bag Ren) Polres Landak, Brigpol Niam tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk berhenti peduli. Ia menyisihkan waktu untuk mengajar ngaji, membuktikan bahwa polisi bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat yang bisa hadir sebagai pendidik, sahabat, sekaligus panutan.
Kegiatan ini dengan cepat mendapat respons positif. Anak-anak merasa senang karena belajar ngaji dengan cara yang menyenangkan, sementara orang tua merasa terbantu dan tenang melihat anak-anak mereka mendapatkan bimbingan langsung dari sosok polisi yang dikenal ramah.

Baca Juga : Sawo, Buah Manis Legit yang Jadi Favorit Sepanjang Masa
Apresiasi dari Kapolres Landak
Kapolres Landak, AKBP Siswo Dwi Nugroho, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Brigpol Niam. Menurutnya, langkah kecil ini justru memiliki dampak besar dalam membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
“Apa yang dilakukan Brigpol Niam adalah contoh nyata polisi yang hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Ini adalah bentuk pengabdian yang patut dicontoh,” ujarnya.
Ngaji Sebagai Ibadah dan Pengabdian
Bagi Brigpol Niam, kegiatan ini bukanlah tugas tambahan, melainkan sebuah ibadah. Ia merasa bahagia bisa berbagi ilmu agama dengan anak-anak, karena menurutnya, membentuk generasi muda yang beriman sama pentingnya dengan menjaga keamanan wilayah.
“Mengajar ngaji bagi saya bukan pekerjaan, melainkan ibadah. Saya ingin anak-anak tumbuh dengan dasar agama yang kuat. Jika generasi muda beriman dan bertakwa, maka mereka akan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Brigpol Niam dengan penuh ketulusan.
Pesan untuk Orang Tua dan Generasi Muda
Selain mengajar, Brigpol Niam juga aktif menyampaikan pesan moral. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak melupakan pendidikan agama sejak dini. Baginya, iman dan akhlak mulia adalah pondasi yang akan membimbing anak-anak menghadapi masa depan.
“Anak-anak adalah penerus bangsa. Jika sejak kecil sudah ditanamkan nilai-nilai agama, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Polisi Panutan di Mata Masyarakat
Kehadiran Brigpol Niam di kelas ngaji sederhana itu membuktikan bahwa polisi bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dengan wajah yang ramah dan bersahabat. Sosoknya menjadi teladan, menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya dijaga dengan aturan, tetapi juga dengan membangun hati dan jiwa generasi muda.
Dengan langkah kecil penuh ketulusan, Brigpol Niam menorehkan inspirasi besar: menjadi polisi panutan yang tidak hanya dihormati karena kewenangan, tetapi juga dicintai karena keteladanan.
















