Arab Saudi hingga Turki Kutuk Serangan Hamas, Dunia Arab dan Muslim Serukan Solusi Damai untuk Palestina
Kabar Ngabang- Untuk pertama kalinya sejak konflik terbaru antara Israel dan Palestina memanas, sejumlah negara Arab dan Muslim menyatakan sikap tegas terhadap serangan yang dilakukan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023. Dalam sebuah deklarasi bersama yang diumumkan pada konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, dan Turki menyampaikan kecaman mereka terhadap aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militan Palestina tersebut.
Deklarasi tersebut menjadi penanda penting dalam dinamika politik Timur Tengah, mengingat selama ini negara-negara Arab cenderung bersikap netral atau membela perjuangan Palestina secara menyeluruh. Kini, untuk pertama kalinya mereka menuntut agar Hamas menghentikan kekuasaan de facto-nya di Gaza, melucuti seluruh senjata, serta segera membebaskan semua sandera yang masih ditawan.
Dalam laporan Newsweek yang dirilis pada Kamis (31/7/2025), disebutkan bahwa deklarasi ini tidak hanya didukung oleh 17 neggara peserta konferensi, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari Liga Arab—organisasi yang mewakili 22 neggara Arab—serta seluruh anggota Uni Eropa. Hal ini menunjukkan adanya konsensus internasional yang semakin kuat untuk menghentikan kekerasan dan mendorong terciptanya solusi jangka panjang.

Baca Juga : Manchester United Dekati Benjamin Šeško, Solusi Baru untuk Tajamkan Lini Serang
Deklarasi PBB Dorong Kembali Solusi Dua Negara
Konferensi PBB ini mengangkat kembali urgensi penyelesaian konflik Israel–Palestina melalui solusi dua negara—gagasan yang selama satu dekade terakhir semakin meredup akibat eskalasi kekerasan, permukiman ilegal Israel, dan perpecahan internal Palestina sendiri.
Dalam deklarasi tersebut, neggara-negara peserta menyerukan dimulainya kembali proses damai yang kredibel, dengan langkah konkret menuju berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, berdampingan secara damai dengan Israel dalam batas wilayah yang disepakati secara internasional.
Sinyal Perubahan Sikap di Dunia Arab
Sikap neggara-neggara Arab dan Muslim dalam deklarasi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pendekatan mereka terhadap konflik Palestina-Israel. Jika sebelumnya Hamas kerap dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel, kini mereka justru mendapat tekanan dari sesama negara Muslim untuk mengakhiri jalur kekerasan dan membuka pintu dialog.
Sejumlah analis menilai bahwa kecaman terhadap Hamas ini juga mencerminkan keinginan kuat dari dunia Arab untuk melihat tatanan baru yang lebih stabil di kawasan, serta mencegah dampak konflik berkepanjangan terhadap keamanan dan ekonomi regional.
Langkah Berikutnya: Harapan dan Tantangan
Meski deklarasi ini dinilai sebagai langkah positif, tantangan besar masih terbentang. Di sisi lain, pemerintah Israel juga mendapat tekanan dari dunia internasional untuk menghentikan blokade terhadap Gaza dan menghentikan ekspansi permukiman yang melanggar hukum internasional.
Namun, dukungan luas terhadap deklarasi ini memberikan secercah harapan bahwa diplomasi masih memiliki peluang untuk membalikkan arah konflik menuju penyelesaian damai. Diharapkan, deklarasi ini menjadi momentum awal kebangkitan kembali diplomasi Timur Tengah yang selama ini tertidur dalam kebuntuan dan siklus kekerasan.
















