Jelajah Rimba dan Budaya Kalimantan Barat, Wisata Bersih Wujudkan Destinasi Hijau Berkelanjutan
Kabar NGABANG. Pontianak — Pemerintah Kota Pontianak bersama Pemerintah Provinsi Kalbar dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar meluncurkan program “Jelajah Rimba dan Budaya Kalbar serta Gerakan Wisata Bersih”, sebagai upaya menciptakan destinasi wisata hijau yang berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak utama.

Pemuda Sebagai Agen Perubahan Lingkungan dan Pariwisata
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang fokus pada keterlibatan pemuda. Ia meyakini bahwa pemuda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga aktor utama dalam menjaga lingkungan hari ini.
“Energi, kreativitas, dan semangat mereka sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan hidup,” tegasnya.
Edi berharap gerakan wisata bersih ini mampu melahirkan inovasi dari kalangan muda, seperti:
-
Kampanye edukatif soal lingkungan
-
Inovasi pengelolaan sampah
-
Penguatan komunitas hijau
Ia mengajak seluruh masyarakat Pontianak menjadikan gerakan ini sebagai budaya baru — budaya yang mengedepankan lingkungan dan pemberdayaan pemuda.
Dukungan Wakil Gubernur Kalbar: Bangun Ekowisata Berkelanjutan
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, melainkan awal dari gerakan kolektif menuju ekowisata dan gaya hidup bersih.
“Kegiatan ini mencerminkan semangat kolektif menuju Kalbar yang lebih bersih, lestari, dan berdaya saing,” ujarnya.
Namun, Krisantus juga menyayangkan minimnya rasa memiliki masyarakat terhadap objek wisata. Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Kalbar akan kehilangan daya tarik jika tidak dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan.
Baca Juga : Tjhai Chui Mie Terima Kunjungan dan Silaturahmi Pimpinan Bank BRI Cabang Singkawang
Contoh Nyata: Sampah Berserakan di Objek Wisata
Edi mencontohkan kondisi di kawasan Pasir Panjang, tempat wisata yang kerap dipenuhi sampah saat akhir pekan. Hal ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan merawat lingkungan.
“Kita terlalu dimanjakan oleh alam. Padahal potensi kita besar, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan semangat baru,” jelasnya.
Ia menekankan tiga semangat utama dalam pembangunan pariwisata Kalbar:
-
Kreatif
-
Inovatif
-
Kolaboratif
Penanaman Pohon dan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penanaman 150 bibit pohon di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa, melibatkan Wakil Gubernur, Wali Kota Pontianak, serta pemuda dari berbagai komunitas.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan di Kabupaten Mempawah.
“Ini bukan sekadar soal pariwisata, tetapi juga pelestarian lingkungan dan pemberdayaan pemuda,” katanya.
Selaras dengan RPJMD Kalbar 2025–2029
Program ini menjadi implementasi dari RPJMD Kalimantan Barat 2025–2029, yang fokus pada pembangunan:
-
Inklusif
-
Hijau
-
Berdaya saing
Melalui program Jelajah Rimba dan Budaya Kalbar serta Wisata Bersih, pemerintah ingin membentuk ekosistem pariwisata berbasis lingkungan, dengan generasi muda sebagai pusat perubahan.
Kesimpulan: Wisata Kalbar Butuh Aksi Nyata, Bukan Hanya Promosi
Pontianak dan Kalimantan Barat punya potensi pariwisata besar, dari alam hingga budaya. Namun, tanpa kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, potensi ini tidak akan optimal. Gerakan wisata bersih ini menjadi langkah penting membangun pariwisata berkelanjutan, dengan pemuda sebagai motor perubahan.
















